Wednesday, March 23, 2011

Gempa suatu petanda

Gempa Bumi di Jepun.

Gempa Bumi berskala 8.9 dan beberapa series lain yang agak kuat (8.4,8.8) melanda Jepun pagi tadi.
Boleh ikut situasi Gempa di Jepun di sini, Al-Jazeera dan sini BBC BBC2














(disclaimer: Bukan tulisan sendiri tapi sharing, oleh teman yang share, semoga penulis mendapat pahala ganjaran yang banyak atas tulisan yang bagus sekali)

Gempa Perspektif Rasulullah dan Golongan Salafussoleh.

Setidaknya dua kali gempa tercatat dalam riwayat hadits Nabi. Yang pertama di Mekah. Dan kedua di Madinah.

Pertama, Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Kuzaimah, ad-Daruquthni, dan lainnya dari Utsman bin Affan bahwa dia berkata,

“Apakah kalian tahu Rasulullah pernah berada di atas Gunung Tsabir di Mekah. Bersama beliau; Abu Bakar, Umar dan saya. Tiba-tiba gunung berguncang hingga bebatuannya berjatuhan. Maka Rasulullah menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah Tsabir! Yang ada di atasmu tidak lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang Syahid.”

Kedua, hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, dia berkata:

“Nabi naik ke Uhud bersamanya Abu Bakar, Umar dan Utsman. Tiba-tiba gunung berguncang. Maka Nabi menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah Uhud! Yang ada di atasmu tiada lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang syahid.”

Di antara pelajaran besar dalam dua riwayat di atas bahwa ternyata gunung tidak layak berguncang saat ada 4 manusia terbaik ada di atasnya. Nabi harus menghentakkan kaki dan mengeluarkan perintah kepada gunung untuk menghentikan guncangan tersebut.

Di sinilah pelajaran besarnya bagi kita sebagai analisa pertama tentang gempa. Bahwa keberadaan orang-orang shaleh di sebuah masyarakat membuat bumi tidak layak berguncang. Kriteria keshalehan sangat spesifik disebutkan dalam riwayat tersebut. Untuk kita, hanya tinggal dua pilihan mengingat sudah tidak ada lagi nabi. Yaitu: Shiddiq. Kriteria utama Abu Bakar adalah beriman tanpa ada rasa keraguan sedikit pun. Dan Syahid. Mereka yang meninggal fi sabilillah.

Jika manusia dengan dua kriteria itu masih banyak yang hidup di atas bumi, maka bumi tidak layak gempa. Sebaliknya, gempa terjadi manakala bumi telah sepi dari keberadaan orang-orang dengan keimanan tanpa ada kabut keraguan dan orang-orang yang meninggal fi sabilillah.
Dalam riwayat mursal yang disebutkan oleh Ibnu Abid Dun-ya, setelah Rasulullah menenangkan guncangan beliau berkata kepada para shahabat,

“Sesungguhnya Tuhan kalian sedang menegur kalian, maka ambillah pelajaran!”
Gempa di Mata Umar bin Khattab radhiallahu anhu

Gempa juga tercatat pernah terjadi di Masa kekhilafahan Umar, sebagaimana yang disampaikan dalam riwayat Ibnu Abid Dun-ya dalam Manaqib Umar. Madinah sebagai pusat pemerintahan kembali berguncang. Umar menempelkan tangannya ke tanah dan berkata kepada bumi, “Ada apa denganmu?” Dan inilah pernyataan sang pemimpin tertinggi negeri muslim itu kepada masyarakat pasca gempa,

“Wahai masyarakat, tidaklah gempa ini terjadi kecuali karena ada sesuatu yang kalian lakukan. Alangkah cepatnya kalian melakukan dosa. Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika terjadi gempa susulan, aku tidak akan mau tinggal bersama kalian selamanya!”

Kembali, generasi terbaik itu mengajarkan ilmu mulia bahwa gempa terjadi karena dosa yang dilakukan oleh masyarakat. Umar dengan tegas menyatakan itu. Lebih tegas lagi saat dia bersumpah bahwa jika terjadi gempa susulan, Umar akan meninggalkan Madinah. Karena itu artinya dosa kembali dikerjakan dan tidak kunjung ditaubati.

Gempa di Mata Ka’ab bin Malik radhiallahu anhu

Shahabat Ka’ab bin Malik mempunyai pendapat yang mirip dengan Umar bin Khattabh. Inilah pernyataan lengkapnya tentang gempa,

“Tidaklah bumi berguncang kecuali karena ada maksiat-maksiat yang dilakukan di atasnya. Bumi gemetar karena takut Rab nya azza wajalla melihatnya.”

Ka’ab menyebut bahwa guncangan bumi adalah bentuk gemetarannya bumi karena takut kepada Allah yang Maha Melihat kemaksiatan dilakukan di atas bumi-Nya.
Gempa di Mata Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha

Inilah pelajaran yang diberikan oleh guru besar para shahabat dan tabi’in sepeninggal Nabi selama 47 tahun; Aisyah istri Nabi, seperti yang disampaikan oleh Ibnu Qayyim dalam kitabnya al-Jawabul Kafi.

Suatu saat Anas bin Malik bersama seseorang lainnya mendatangi Aisyah. Orang yang bersama Anas itu bertanya kepada Aisyah: Wahai Ummul Mukminin jelaskan kepadaku tentang gempa.

Aisyah menjelaskan,

“Jika mereka telah menghalalkan zina, meminum khamar dan memainkan musik. Allah azza wajalla murka di langit-Nya dan berfirman kepada bumi: guncanglah mereka. Jika mereka taubat dan meninggalkan (dosa), atau jika tidak,
Dia akan menghancurkan mereka.

Orang itu bertanya kembali:
Wahai Ummul Mukminin, apakah itu adzab bagi mereka?

Aisyah menjawab, “Nasehat dan rahmat bagi mukminin. Adzab dan kemurkaan bagi kafirin.”

Anas berkata:
Tidak ada perkataan setelah perkataan Rasul yang paling mendatangkan kegembiraan bagiku melainkan perkataan ini.

Sangat gamblang dan jelas penjelasan Ummul Mukminin Aisyah tentang penyebab spiritual gempa.
Tiga dosa yang semuanya marak di zaman kita ini.
Khusus untuk dosa yang pertama, Aisyah menggunakan kata istabahu yang artinya masyarakat telah menganggap zina itu mubah. Zina tidak hanya dilakukan, tetapi telah dianggap mubah. Dari ucapan, tindakan, kebijakan sebuah masyarakat bisa dibaca bahwa mereka yang telah meremehkan dosa zina, memang layak dihukum dengan gempa.

Inilah Kesimpulannya...

Dari semua pernyataan hamba-hamba terbaik Allah di muka bumi ini tentang gempa, ternyata penyebab spiritual gempa adalah sebagai berikut:

1. Sedikitnya orang-orang shiddiq dan syahid yang tinggal di atas muka bumi

2. Masyarakat telah melegalkan zina

3. Masyarakat telah mengkonsumsi khamar (narkoba)

4. Masyarakat telah memainkan musik

Dan Inilah 4 Solusi dari Khalifah Adil...

Umar bin Abdul Aziz yang memerintah tahun 99 H – 101 H dengan prestasi fantastik dalam memakmurkan masyarakatnya hanya dalam 29 itu memberikan solusi terhadap gempa. Hal ini berawal dari gempa yang terjadi di zaman pemerintahannya. Selepas gempa mengguncang, Umar bin Abdul Aziz segera menulis surat instruksi kepada semua jajaran pejabatnya di seluruh negeri kekuasaannya. Dan inilah instruksinya,

“Gempa ini adalah sesuatu yang Allah azza wajalla gunakan untuk menegur hamba-hamba-Nya.
Saya telah menulis perintah ke seluruh wilayah agar mereka keluar pada hari yang telah ditentukan pada bulan yang telah ditentukan, siapa yang mempunyai sesuatu maka bershadaqahlah karena Allah berfirman,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى (14)

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى (

14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

15. dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat. (Qs. Al-A’la: 14-15)

Dan katakanlah sebagaimana Adam berkata,

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِين

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Qs. Al-A’raf: 23)

Dan katakanlah sebagaimana Nuh berkata,

وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan
kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi." (Qs. Hud: 47)

Dan katakanlah sebagaimana Yunus berkata,

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (Qs. Al-Anbiya’: 87)

Wallahu a’lam
Komen: Mari sama-sama beristighfar dan mohon ampun pada-Nya kerana jelas bencana yang menimpa kita adalah akibat perbuatan tangan kita sendiri. Mari sama-sama berazam untuk berubah dan bertaubat pada-Nya. Siapa yang Allah beri hidayah, tiada siapa dapat ambil hidayah itu daripadanya, siapa yang Allah sesatkan, tiada siapa yang mampu membantunya.

Monday, March 21, 2011

Kematian Satu Peringatan Bagi Kita Yang Masih Hidup!

Asslamualaikum,

A friend of mine passed away last 4 days. It was really something that I least expected to happen. He was in a good health when the last time I saw him. But who knows that Allah loves him more than we do. He was a very good friend since the first time I met him 5 years ago. At that time we were in standard 6. He used to be the one that made our class happening everyday.! Allah knows the best. He passed away after he accidently tergelincir at Sg. Gabai. Ya Allah, place him among the soleh and solehin ya Allah. For the past 18 years he lived in this world, forgive all the wrongdoings he had made ya Allah. when i heard the news, my heart was trembling and I felt like I was in a dream. we never know when Izrael will come and take us away. its like we waiting for train. sometimes other people get in first and we have to wait for the next train to pick us. On that moment I realise that its enough! i'm done with the life I used to be. Hijrah. All this while this word didnt give any impact on me. Change to be a better person. brothers and sisters in Islam, think back..again and again.. what's our aim in life..what's our aim actually?? the permanent life of us is not here, not in this world created by Allah.. here, we transit just to fill up and prepare our needs to make sure that our next journey will not get stranded. Wallahualam.

this is also a reminder for myself.

Hari ini tiada senda dalam bicara,
Deru air mata merupakan segalanya,
Sang hati bicara sendiri,
Bangunkan ummah bina generasi.

Di bumi yang bertuah ini,
Diriku mula mengenali,
Matlamat hidup sebagai abdi,
kepada Allah... Allahu Rabbi.

Diriku kini sebebas unggas,
Terbang riang di angkasa raya,
Menyanyi merdu irama kalbu,
indahnya..oh indahnya.

Wahai teman seperjuangan,
Usah digentar musuh di hadapan,
Pandanglah di depan balasan Tuhan,
Syurga Firdaus menanti kalian.

Kutiplah mutiara...mutiara indah,
Untuk bekalan diri berpindah,
Sebelum jejak kaki melangkah,
Sebelum penyesalan membawa padah.

Wahai teman,
Dengarlah pesanan ku ini,
Mohon untukku dala doamu,
Diriku pejuang Islam yang satu.

*these beautiful words i learnt in SMA Al-Amin, Bangi.

Sunday, March 20, 2011



KISah silam itu bukan penghalang untuk barhadapan dengan siapakah kita pada saat ini.


HAti ini susah untuk dimengerti

Wednesday, March 9, 2011

Wake Up Call...!!

A wake up call for us?
when will it happen?
no one ever knows...
one thing to confirm it will happen one day.

Last time when i did so badly in my trial exam, i realized that i need to study harder.
learn more by my heart and stop playing around. It was really a wake up call for me. To change my attitude and be more concentrate and give an absolute focus in the class.

However, i was thinking that, Qiamat gives us no wake up call at all. It happens when the Most Merciful and Most Gracious says "kun fayakun". And it will happen without any delay, not even 1 second! no one will call you and said: "good morning sir. in just 6 hours Qiamat will happen. So, be prepared." There's no such thing. We need to refresh our Iman everyday. Istiqamah in anything we do for the sake of Allah and be prepared because when the time comes, it's too late for us to seek for His blessing and on that moment our efforts are all useless. No one will make a change for you, unless yourself.

A reminder for myself as well.
Maassalamah
.

Monday, March 7, 2011

Refleks Diri




Tiada kebetulan dalam kehidupan. Sekali tersentuh, jangan angkuh. Kerana belum tentu ia(hidayah) datang kembali. Dan ingatlah bahawa hari esok belum pasti lagi buat kita wahai SAHABAT...


Seorang daei itu juga adalah hamba kepada pencipta
yang sama dengan makhluk yang lain.
Lalu, pasti terkadang kompas keimanannya itu tersasar
dari arah tuju asal perjalanan.
Maka duduklah dan berimanlah sebentar.
Moga kau pasti arah tujumu masih diatas jalan keredhaan
Penciptamu(Allah).
Perjalanan ini masih jauh...
Tapi waktu akan sentiasa mencemburui kita.



ada RSelalu mngharapkan tenang dan bahagia dalam setiap saat perjalanan hidup, sehingga terlupa untuk melihat pada batu kecil diperjalanan yang mungkin menggelincirkan kaki yang sedang menapak menuju syurga illahi. Lalu, lupakah kita kepada manfaat yang kita perolehi daripada cara Huzaifah r.a yang mengambil hikmah daripad Rasulullah S.A.W?.



“Orang ramai selalu bertanya kepasulullah S.A.W tentang kebaikan. Sedangkan aku pula selalu bertanya kepada baginda tentang kejahatan, kerana khuatir bertemu dan terjebak dengannya” [Hadith riwayat Muslim]


“Tiada kebetulan dalam kehidupan”

note1: Teringat akan kata2 mereka , jangan ego jangan sombong kerana semua itu bisa mengagalkan kita, tenang dan kembalilah meniliti diri..

note2: Ingin menjadi manusia yang baru.

note3: Imtihan nk dekat ,semoga segalanya dipermudahkan

note4:

Ketika saat langkah diatur ke persimpngan berduri, aku berkata pada diriku.
Cukuplah disini kusimpan segalanya. Biarkan ku hidup dengan nafas yang baru. Kerana tidak mampu lagi kukendong dua harapan yang berbeza akhirnya. Ku tinggalkan jahiliyyah ku di persimpangan ini. Dan ku tidak mampu berdiri selamanya dipersimpangan ini. Kerna ku yakin adanya batas waktu hidupku. Aku hanyalah insan kerdil hamba kepada Tuhan. Dalam kenangan segala kesedihan yang telah berlalu.


Disaat ku melangkah, telahku teguhkan bahtera diriku kerana kutahu lautan yang bakal ku lalui sungguh dalam dan pastinya gelora badainya mampu memecahkan dinding setiap bahtera yang rapuh. Kukayakan bekalanku kerana kutahu yang perjalananku sangat jauh. Dan telahku ringankan belakangku kerana kutahu akan ada tempat kudaki teramat curam bagiku. Lalu, dengan tenang aku lepaskan jahiliyyah itu pergi dari diriku. Terakhir bagiku ialah keikhlasan amalku hanyalah untukMu Ya Allah… Sungguh, inilah pesanan Rasulku Muhammad pada setiap ummatnya dalam menempuh perjalanan di atas muka bumi ini.

dipetik dari Mereka.


Al-Alifat,
on the way

Wednesday, March 2, 2011

Baby Khalifah (^^>)

Khadijah, nazirah, hanani,umme,broLim,ust sulaiman,broShah,ust saif ,Afiq,Sufiyan,k.najwa,k.jannah,Azilah
Arif,Hazwan,Ajmal,Akram,Baith,Muhammad.

Warga AMMAN,Sweileh
Dulu, kini tetap sebegini



Kehidupan
, memang sangat unik,

Tambahan lagi menjadi seorang manusia memang betul2 unik, hanya pencipta yang Agung sahaja dapat mencipta manusia yang unik ini.


Tujuan kita Berada di atas Muka bumi yang unik ini adalah untuk menjalankan satu misi yang unik,


Adalah ibadah dan Khalifah.


Artinya: “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah
kepadaku.
” (QS Adz Zariyat : 56)

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.” (QS Al Baqarah : 30)


Artinya: dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS AL Qashash : 7)


BAgaimana?


Ditinggalakn pada kita akan 2 perkara, selagi kita berpegang pada 2 perkara ini , kita kan terus berada di atas landasan yang benar.


Apa?


Al-quran dan sunnah RAsulullah.


So,


Dari Ibn Umar r.a., katanya : ” Rasulullah SAW telah memegang bahuku dan bersabda : ‘ Anggaplah dirimu di dunia ini sebagai seorang perantau, atau pengembara. ‘ Maka Ibn Umar berkata : “Jika engkau berada di waktu petang, maka janganlah engkau menunggu pagi. Dan jika engkau berada di waktu pagi maka janganlah engkau menunggu petang. Gunakanlah waktu sihatmu sebelum datang waktu sakit. Dan gunakanlah waktu hidupmu sebelum datang waktu mati. “ (bukhari)

Janji ALLAH ^^
,

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar” [An Nisaa' 95]


Little of al-alifat


Last sekali, dengar Lagu nie yee..









Note: To All Parent to be, nanti kasi anak dengar banyak2 kali ehh, make them as ur Al-fateh