Saturday, January 5, 2013

Awak yang pilih awak nak jadi apa !

Assalamualaikum,

Erm, Alhamdulillah saya masih disini!
Terima Kasih RAB, masih memberi saya jiwa dan hati :)

Sekrang ni  semua orang sedang busy buat preparation untuk Imtihan, termasuklah juga saya!
Tapi tangan saya tetap juga gatal nak update Blog, bila time FREE , Free dari imtihan , Free dari kebusy-an , tak da pulak semangat nak menulis ...Tiba-tiba hari ni semangat pula :)

Okey Ayman U can Do IT !!!

Sebenarnya , bahasa melayu saya semakin lama semakin aduhh :(
Saya kena banyak menulis, selain berkongsi saya nak improve bahasa ibunda saya .

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Okey , uhuk!...uhuk!
Kena menulis dengan Matang
22 tahun dah :)
Boleh, tapi kali ni saya ingin tulis dengan senyuman yang ceria, tahun lepas  dan penat menulis dengan formal semasa dipilih menjadi setiausaha MPPMJ, sepanjang masa wajib berbahasa baku dan beku ..kan?

Sebenarnya saya sangat terasa perbezaan Umme Ayman 3 tahun yang lepas dengan Umme Ayman sekarang,
Alhamdulillah pengalaman dan Tarbiyah RABku banyak membantu saya untuk menjadi "manusia" ,

Dahulu saya tahu saya beragama ISLAM
Tapi saya tak faham pun.

Dahulu saya baca Al-quran,
Tapi saya tak rasa pun ia adalah Surat Cinta Illahi yang saya kena hayati semat didalam hati, Akhirnya mengerakkan saya.

Dahulu saya juga seorang pelajar,
Tapi saya tak faham pun, belajar juga sebahagian daripada Dakwah.

Dahulu saya berjalan diatas Bumi,
Tapi saya tak tahu yang saya ada tugas penting di Bumi, iaitu Ibadah dan Khalifah.

***Mood Exam***

Menjadi Khalifah itu, bukan semata-mata menyusun cita-cita dan usaha untuk menjadi seorang doktor,guru, pensyarah, jurutera, akan tetapi ia lebih penting daripada itu, bukan semata-mata teori yang tidak menghasilkan realiti, bukan doktor yang hanya bersinar-sinar menanti gaji, bukan pensyarah yang tersenyum-senyum mengumpul populariti, Tidak!...tapi ia adalah seorang manusia yang menjadikan akhirat destinasinya, keredhaan ALLAH pemangkinya.

Tidak dapat tidak, individu muslim yang mantap perlu dibentuk dan dilentur, akhirnya menjadi Logam.
Daulah islamiyah yang " Gah" dapat dibina dan kukuh pabila masyarakat berbondong-bondong berusaha membina jati diri individu muslim. Jikalau tidak ia kan cepat goyang dan akhirnya runtuh.

Okey,,tapi apa kaitan dengan "mood Exam yee"
oppss okey..

So sekarang " mindset" kan saya nak berusaha untuk bentuk IM

Kadang-kadang pabila menjelang musim exam, masa nilah kita rasa , Aishh, masa tak cukupnyaa...Kenapa tiba-tiba dah pukul 2...Aku kena stay up ni nanti boleh habiskan 20 bab terus..*Gulp*

Kita terlupa...kita ada ALLAH untuk berharap, memohon dan tawakal selepas berusaha.,solat Dhuha, tahajjud, baca Al-Quran, adalah suatu perkara yang wajar ditinggalakan untuk meluangkan masa yang lebih pada study...Ohh Tidak!

Liqa mesti di"pausekan buat sementara waktu, talaqqi Al-Quran di"break" kan sekejap, mathurat nanti-nanti baru baca klo ada masa lebih,

Aduh, bukan ke ALLAH adalah penentu segala-galanya pada usaha kita, Mengapa ? oh mengapa?

Jangan lupa, Walau berapa banyak buku kita mentelaah dan ulang, walau berapa malam kita tidak tidur, walau berapa banyak kismis pandai kita telan, tapi kita tidak meminta pada-NYA, kita meletakkan keredhaan-NYA di tepi, rasakan semua ini akan berhasil kerana usahaku yang sebesar gunung ini. Maka silalah kita sama-sama menangis, Ini adalah soalan yang  wajib tanya diri kita , kenapa aku belajar sebenarnya?...That why, kena mindset Belajar adalah sebahagian daripada Dakwah...

Macammana kita berusaha giga-giga untuk Dakwah serta Giga-giga bertawakal dan berharap padanya, begitu jugalah didalam "study"

** Segala nasihat yang tajam ibarat pisau ini, kutujukan buat diriku terlebih dahulu, terasalah juga hati nie di cocok-cocok, aduh sakitnya T_T**

Tarbiyah itu bukanlah semata-mata kita konsisten didalam liqa, mengikut apa yang saya baca dan faham maksud Usrah itu adalah " Hadhonah Ukhuwah" yakni taman-taman Ukhuwah, Apa yang penting dan lebih penting adalah Tarbiyah Zatiyyah. Tarbiyyah zatiyyah yang bermula selepas habisnya liqa sehingga mulanya liqa selepas itu, TZ, yang menentukan samada kita kuat atau tidak ...kita kuat macam" malik Nor" ke atau kuat macam "Semut". untuk memastikan kita masih gagah lagi tak di dalam landasan DnT ini ( ISLAM).

Se"busy" mana kita , kita kena berusaha memastikan " Aku adalah Khalifah Grade yang pertama" tak cepat tergelecot pabila di sergah, tak pengsan pabila di acukan senapang , dan berbagai-bagai "tak" lagi. Berusahalah untuk Istiqamah, tak mengapa walaupun sedikit asalkan kita buat, daripada tak buat langsung kan?sehingga akhirnya hati kita pon dan kecik...=_='

Semasa dan selepas EXAM, tak naklah jadi Muslim yang bermusin, macam kat jordan ini ada 4 musim...Jom kita jadi Muslim yang Takda Musim, Sepanjang masa kita adalah 24/7 muslim :)

Islah Nafsik ,Wadu' Ghaira'...kan3 :)

Allah adalah Tujuanku,

Dan apabila hamba-hambaKu,
Bertanya kepadamu tentang Aku,
Maka Sesungguhnya Aku dekat.
~Al-Baqarah 2:186~

ALLAH sangat dekat dengan KITA, JAngan risau, kita usaha, ALLAH akan beri yang terbaik, JOm kita Husnu Zhon dengan ALLAH ...eh.


This post is a self reminder. Wallahualam.

Note: Saya nak Mendaki Gunung Kinabalu . Tiba-tiba!







Wednesday, January 2, 2013

Pandangan 20 Qersh Seorang Manusia


I wish you knew

Being confident and optimist towards myself doesn’t change anything. The fact that my past is affecting my future is still a reality. It is the consequence of my actions that I have to bear with. After all, this is how we can learn from our mistakes. Right? *smile*
This time, my new year was celebrated with confusion. A dearest friend of mine came in my room yesterday and she came not for lepaking as usual. *humming*

 To be selected and given a responsibility to be Biro Rohani is a total surprise for me. Never thought of it at all. And I rejected the offer at first.

I told her “Awak, I am not the right person and even if you guys think I am the most apt person to fill this spot it is not impossible that you made a mistake right?”

 “They trust in you Shaima’”

Inferiority overwhelmed me.

I appreciated that so much. To gain a group of person’s trust on me is something big. Thank you for that. “Awak, if you ask me to be Biro Academic. I’ll accept it immediately. I will not hesitate or reluctant to hold the responsibilities. Biro Rohani and Biro Academic are 2 different things. To find a teacher to teach certain subjects in extra classes and to give inputs; foods for our souls are two different things. 2 different types of knowledge.

And I wish you knew.

I started to learn, to know, to care and to practice Islam as a whole just recently. If you guys had started to read Mathurat long time ago, I knew about it last year. Some of you have considered Dhuha prayers as compulsory and me I knew about it just recently before I came to Jordan.  I am not pulling anyone’s leg. And I compared myself to my other friends. Some of them wear niqob, they deserve more. They wouldn’t be wearing it unless they are ready and fully understands our religion and all the reasons underlie it. Some of you have been in Tarbiyah (Islamic environment) for years, since they were small. Me?

See the difference? Now, you tell me who deserve better? I don’t think I can bear the feeling when I talked as if I knew so much but in real I’m just a beginner yang sometimes not Istiqomah yet in my Ibadah and mindset.  

 Having a power to choose doesn’t make you eligible to choose anyone you think is suitable. And if you did think that way, you are just being judgmental.  I was hoping that my reason is being considered. It’s not only about filling the vacancy but qualifications as well.  
I am just being humble as I know my level. None about my self esteem or lack of confidence.

“To give I need to gain, and to gain I need time”. I told her “Awak bagi sy masa untuk timba ilmu”

But I guess my opinion is just an opinion. Insignificant. For all the reasons I had given some might laugh and some might think it doesn’t make sense as they see me superficially great. For me kekurangan can never be kelebihan as to overcome it you have to make some addition.

And I wish you knew.  

I accepted the offer thou. Being simple and optimist as always I assure myself...

And it may be that you dislike a thing which is good for you and that you like a thing which is bad for you. Allah knows but you do not know.” (AI-Baqarah, 2:216)

Nothing is more beneficial for me than abiding by the judgments of Allah - even if it is difficult for me at the beginning - all its outcomes are good, delightful, and pleasurable. In the same way, nothing is more harmful for me than committing what is forbidden, even if I love it. All its outcomes are pain, grief, evil and misfortune. Alhamdulillah.