Friday, July 22, 2011

Antara "aku" dan "diri"


Diri,
Bila hati terasa sepi,
Itu tanda aku harus memuhasabahkan diri,
Mengimbas kembali saat aku tiba disini,
Bumi urduni yang aku kasihi,
Mengajar aku mengharungi duniawi,
Dunia yang penuh onak dan duri.

Diri,
Harus dikau ketahui hidupmu ini singkat sekali,
Ibu, ayah keluarga dan rakan hanya peneman setakat disini,
Bila engkau telah pergi,
Mereka hanya mampu bersedih hati,
Tinggallah engkau disana berseorang diri,
Izinkan aku bertanya diri,
Sudahkan diri bersedia untuk menghadapi,
Buat bekalan disana nanti.

Diri
Kini engkau masih tersenyum berdiri,
Menyangkakan perjalanan masih jauh untuk dihadapi,
Maka engkau pun terus dan terus bergembira meriangkan hati,
Tanpa menyedari akibatnya nanti,


Wahai diri yang daku kasihi ,

Janganlah dikau terus begini,
Terus bahagia mengalpakan diri,
Membiarkan nagsu merajai.

Diri,
Bukankah dulu engkau sudah berjanji,
Pada tuhan yang Maha Mengetahui,
Untuk hidup diatas bumi ini,
Menegakkan syariat islami,
memakmurkan bumi .

Wahai diri ,
Ayuh kita kembali membuka hati,
menginsafi diri,
mendambakan redho illahi,
Agar tuhan terus memberkati
Diri ini yang kecil sekali.

Kerana aku seorang " diri "

~Jumaat~
22-o7-11

2 comments:

  1. wahai diri,,
    bangun lah dr mimpi,
    yg mghantui diri,
    susunlah jari jemari,
    ,,,,,to be continue,,,,:)

    ReplyDelete
  2. mengharapkan keampunan dari illahi,
    semoga hidupkan diberkati,
    dan terus diredhoi..

    dah tolong sambung dah ..hehe

    ReplyDelete

suaramu amat ku hargai